
IT’S IN THE BLOOD
Sekarang gue lagi baca buku: Personality Plus, sebuah buku yg bikin gue jadi sering ngomong ‘ooo, pantes..’
Diawal babnya buku tersebut ngasih sebuah tes kecil-kecilan yang bakal nunjukin tipe orang kaya gimana sih elo. Dan hasil tes tersebut buat gue adalah: Pure Sanguine.
Well, sebenernya tes ini bukan yang pertama kali buat gue. Dulu, waktu pertama kali masuk SBM gue juga pernah dikasih tes ini dan hasil yang gue dapat adalah sanguinis-koleris. Artinyaaa, selama TIGA tahun di SBM gue udah mengalami pergeseran kepribadian dari sanguine-koleris menjadi PURE SANGUINE
What a wonderful world…
Em, kalo mau lebih teliti lagi, sebenernya sih masih ada sisa-sisa kejayaan koleris dihasil tes gue yang terakhir. Di result gue yang bagian strength, hasilnya itu 8 poin sanguinis, 6 poin koleris, 3 poin melankolis, dan 4 poin plegmatis. So, kalo dari sisi strength gue termasuk tipe sanguinis-koleris. But fortunately, dari sisi weakness result yg gue dapet adalah: 9 poin sanguinis, 4 poin koleris, 5 poin melankolis, dan 2 poin plegmatis. Maka klo ditotal2, gue mesti nerima kenyataan bahwa gue termasuk golongan makhluk pure sanguinis.
Menjadi seorang pure sanguinis dengan lebih banyak sisi kelemahannya means gue adalah orang yang: tidak ada tindak lanjut aka ga konkrit dan orang tanpa kesalahan aka ga pernah nyadar kalo lagi berbuat salah.
Well done! sangat cantik…
Untuk lebih detailnya, masalah pertama yang gue punya adalah orang sanguinis yang populer bicara terlalu banyak (Littauer, 1992). Maksudnya, kalo gue perlu ngomong A, maka yang keluar dari mulut gue adalah A+B+C+D+E+F+…+Z. Hh, begitulah… Sebenernya gue bukan tipe orang yang suka ngomong, tapi kalo diinget2 lagi, latar belakang gue ga suka ngomong adalah: kalo gue udah mulai ngomong biasanya ga kekontrol. hehe. Seperti yang gue pernah bilang di postingan sebelumnya, gue adalah tipe orang yang ngomong-dulu-baru-mikir
. Oia, tambahan lagi, salah satu sub-kekurang gue dari bab bicara terlalu banyak ini adalah ‘ternyata’ gue adalah tipe orang yang suka membesar-besarkan masalah, or membuat sesuatu yang sebenernya simple dan biasa aja jadi keliatan besar dan hebat. HAHAHA. kayanya klo yg itu udah tergambar jelas deh di tulisan2 di blog ini ^_^V.
Masalah yang kedua adalah: sanguinis yang populer mementingkan diri sendiri (Littauer, 1992).
duh, maaf ya teman2, it’s in the blood ternyata.. hehehehehe. kalo di bukunya sih dibilang, org sanguinis itu paling ga perasa sama org lain karena mereka begitu terpusat pada kepentingan diri sendiri. Mereka jarang memperhatikan keperluan orang lain karena mereka mempunyai sifat bawaan menghindari masalah atau situasi negatif. Sebenernya dibukunya juga dibilang sanguinis bukan pendengar yang baik, tapi ko yg ini kayanya ga berlaku bwt gue, gw cukup empatik kok orangnya, dan lumayan bisa jadi pendengar yg baik.. ya kan??
Next! masalah gue yg ketiga adalah: org sanguinins punya ingatan yang belum dikembangkan. (Littauer, 1992) So, misteri terbesar abad ini sudah terjawab. Selama ini gue selalu bertanya2, kenapa gue sangat kesusahan menghafal nama orang, menghafal nama tahun, dsb. Dan ternyata jawabannya masih berhubungan sm sifat buruk gw yg sebelumnya yaitu: karena gw ga peduli. Karena gue ga terlalu peduli, maka gue juga ga terlalu berusaha buat mengingat hal-hal itu. So, masalahnya bukan karena pada daya ingat gue yg kurang oke, tapi ternyata lebih karena sifat ga perasa gue tadi. Ada sedikit tambahan: sanguinis lebih tertarik pada orang dari pada statistic, serta kepada fiksi yang warna-warni daripada fakta yang apa adanya. Well, it explains everything..
And the last but not least, sanguine adalah orang yang tidak tertib dan tidak dewasa (Littauer, 1992). Dan gue cuma bisa bilang, ‘terimakasih atas pujiannyaaa…’ HAHAHA; see, ga mau ngaku salah bgt kan gue?
Sumpah ini bab yang paling nusuk. Soalnya ada tulisan ini: sementara orang sanguinis sering merupakan orang yang dianggap “mungkin sekali akan sukses”, mereka kerap kali tidak sukses. **sial** [liat aja nanti, bakal gue buktiin kalo gue juga bisa sukses!!] Mereka memiliki gagasan, kepribadian, kreatifitas, tetapi mereka jarang menyatukannya pada satu waktu tertentu. Well, seenggaknya gue udah punya modal
tinggal di organize aja kan? Hm, lgpl udah tiga taun gue kuliah di sekolah bisnis, masa menej diri sendiri ga bisa.. Hahaha~ *sombong*
Langkah kecil pertama gue untuk memperbaiki diri adalah dengan mulai fokus lagi ngerjain TA
. Setelah nulis tulisan ini -diwaktu yg mestinya gue fokus sama TA- yang panjangnya hampir dua halaman, gue baru sadar klo progress TA gw sejak bimbingan yg terakhir adalah NOL. Maka, mari kawan kita kembali ke jalan yang benar… Hamasah!!
Nb: sebenernya masih ada beberapa hal lagi, tapi ngga gue tulis karena gue ga ngeliat hal2 tsb di diri gue
. klo mau lebih jelas, baca aja sendiri bukunya. bagus kok. lagi pula gue kan cuma ngebahas sanguinis aja disini. hahaha~ **hanya peduli diri sendiri mode on**






kak manda....
BalasHapushihihi, maaf baru sempat mampir di blog kakak....
lucu banget deh postingannya....
ayo, tulis terus ya kak manda....
semangat!