Minggu, 25 Oktober 2009

Botchan


Sejujurnya, sampe selesai baca bukunya, gue masih ngga nangkep: sebenernya inti masalahnya apa ya? okay, emang dibuku ini diceritain tentang intrik2 perpolitikan di masyarakat (in a simple way). tapi.. terus kenapa? solusinya apa? ngga jelas =.= atau emang tujuannya cuma buat membuka mata pembaca aja ya? bahwa di dunia yang kejam ini ada banyak serigala berbulu domba. hmm.. bisa, bisa..

jadi novel ini bercerita tentang satu orang yang nama panggilannya botchan. diceritain dari dia kecil gimana, kondisi keluarganya gimana, sampe akhirnya gede, jadi guru dan pindah ke desa. *oia, gue juga ngga ngeliat urgensi dari nyeritain masa kecil botchan deh. ngga ngaruh juga gitu sama inti cerita yg sebenernya (pas udah di desa), ya ngaruh dikit deh, dikiiitt banget* Nah, pas udah sampe desa inilah mulai agak seru dan mulai mikir. nebak-nebak, sebenernya yang jahat siapa, yang baik siapa, ada masalah apa sebenernya di desa itu, dsb.

duh gimana ya, pengen nyeritain, tapi takut masalah jadi spoiler =.= *dilema*

btw, ni buku katanya best seller sepanjang masa di jepang sono di negeri asalnya. i'm wondering why... tapi ni buku emang terbitan 1906 sih. mungkin pada masanya emang best seller karena ngga banyak pilihan buku juga :D

Rabu, 21 Oktober 2009

Little Women

dari lima buku yang dibeli, baru satu yang selesai dibaca. dan satu sedang dalam proses baca
capek dan pada kesempatan kali ini, saya akan mereview sebuah buku berjuduuull *eng ing eeng* Little Women. Bukunya udah lama banget ditulis, sekitar tahun 1870-an kalo ngga salah. dan menginspirasi banyak orang gitu deh. dari pas mau beli buku ini juga, gue sambil mikir2 gitu, "ini buku kayanya terkenal deh.. kayaknya pernah nonton filmnya deh.. tapi yg mana yaaa... *lupa*" bingung

anyway, ceritanya sebenernya sederhana. bener2 tentang kehidupan sehari2. tokoh utamanya ada 4 orang (bersaudara), yang masih2 punya sifat yang khas. Yang menurut gue, 4 sifat ini adalah 4 sifat mayoritas yg dipuyain sama orang2.


Anak pertama namanya Meg. Dia ini punya sifat agak2 matre gitu. suka sama kehidupan yang glamor. dia baik, ngga kayak org2 matre yg di sinetron2 gitu. dia sadar kalo ngga boleh matre, tapi karena emang udah bawaanya kali yaaa.. kalo ngeliat temen2/ sodara2nya yg kaya suka iri gitu..

Anak kedua namanya Joanna, atau biasa dipanggil Jo. si Jo ini tomboy abis2an. udah gitu orangnya emosian dan ceroboh. tapi disisi lain juga ceria dan suka berpetualang, mencoba hal-hal baru. dibuku ini diceritain gimana Jo berfikir tentang sifat dia yang sering kali bikin dia susah. dan walaupun ngga suka sama sifatnya sendiri yang emosian dan pengen ngerubah, seringkali Jo ngerasa ngga berdaya. untungnya ada Marmere (nyokapnya) yang selalu ngedukung dia dan selalu bikin dia optimis kalo dia bisa jadi orang yang lebih sabar.

Anak ketiga namanya Beth. Beth anaknya pemaluuuu banget. pokoknya paling kalem diantara sodara2nya. ada satu bab yang nyeritain kalo Beth sakit campak dan hampir meninggal, eeehh.. ternyata yang nanyain dan ngasih perhatian buat Beth banyak banget (tetangga dan teman2nya). Jadi ternyata Beth ini walaupun pendiam dan pemalu, tapi dia baik dan ramah sama orang2, jadi orang2 banyak yg sayang sama dia.

Anak keempat/ yg paling bungsu namanya Amy. Dia ini sifatnya agak sombong dan gengsinya tinggi. kalo temen2nya punya apa, dia malu kalo ngga punya (beda sama meg yang walaupun suka sama barang2 bagus, tapi kalo ngga bisa ya santai aja. paling iri dan ngeluh2 doang). dan kalo dia sampe punya sesuatu yg bagus, dia bakal mamerin ke orang2.

well, sebenernya menurut gue inti cerita dari novel ini adalah gimana 4 bersaudara itu menghandle sifat2 mereka, yang tentunya diakhir cerita semua sifat jelek mereka dapat tertangani dengan baik..

yang bikin bagus adalah: cara nyeritainnya sederhana tapi ngena banget. bahasanya ngga ada yg berlebihan dramatis gimanaa gitu. tapi tetep aja gue sempet meneteskan air mata pas baca jadimalu2 gitu deehh...

oia, nilai moral yang cukup tajam disampein juga:

lo ngga perlu jadi kaya untuk bahagia. justru dengan kesederhanaan, lo akan bisa lebih menghargai hal-hal kecil, dan jadi bahagia karenanya.

Minggu, 18 Oktober 2009

Lagi lagi beli buku

Ya, anda bisa mengatakan saya serakah, boros, dan tidak bisa mengendalikan diri. kenapa? karena saya baru saja membeli buku LAGImafia mau tahu berapa banyak yang saya beli? LIMA buku. oh, bukan. LIMA buku dan SATU majalah. hemm.. sebenarnya ini bukan emauan saya pribadi, karena saya juga mendapat tekanan dari berbagai pihak (baca: bokap) untuk membeli beberapa buku2 tersebut.

Berikut judul2 buku yang saya beli:
1. Botchan (novel)
2. Memahami Laporan Keuangan
3. Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan
4. Dasar2 Manajemen Syariah
5. Bank Syariah dari Teori ke Praktik
6. Eramuslim Digest, the untold history 2 (majalah)

selamat membaca pendekar

Kamis, 15 Oktober 2009

Beli buku lagi

hellooowww semuwaaaa mwach ini pertama kalinya gue nulis blog dengan hiasan emoticon yg menggoda gyahahaha ehem, masih amatir, jadi mungkin hasil akhirnya agak kurang rapih biggrin.

anywaaayys, kemaren abis beli buku: Little Women dan Agar Siapa Saja Tak Bisa Lagi Membohongi Anda. Review menyusul yaaa. daaahhh larilari

Sabtu, 05 September 2009

Perahu Kertas


Gila. baca buku ini, hati kayak disayat2, diiris2, segaris-segaris. sakitnya pelan2 tapi juga bikin mikir. kalo udah buka halaman pertama, pasti bakal penasaran sama halaman berikutnya. gitu terus sampe abis satu buku.

Novel ini karya Dewi Lestari yang pertama (tp baru diterbitin sekarang setelah di re-make). Biar lebih afdhol, nih gue kasih sinopsis-nya langsung copas dari blog si empunya :D

Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.

Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.

Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.

Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.

Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.

Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.

Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.

Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.

Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.

Sinopsis apa rangkuman novel mbaakk? hahaha.

ya pokoknya begitulah. BAGUS LOH. beli deh! ga bakal nyesel! mantabsmantabs

Rabu, 25 Februari 2009

Dewasa Itu Pilihan


Book Title: Dewasa Itu Pilihan
Author: Kiki Fardiansyah

By reading this book, I realize something. That having a vision for your life is SUPER IMPORTANT. Well, it’s not like I didn’t realize it before. I know that having a vision is important, but after all these years, I never took it seriously. And after read this book, I know that I MUST wrote my vision. Make some plan and target from it; and also make some backup plan, just in case my first plan doesn’t work out. And so on, and so for...

Well, sebenernya bikin VISI HIDUP itu langkah kedua dari delapan langkah yang dijabarin sama buku ini untuk lo bisa jadi manusia dewasa. Langkah pertama adalah MENGENAL DIRI, means lo mesti tau segala kelebihan kekuranga lo, potensi diri yang punya, tipe kepribadian lo, dsb. Hal ini penting supaya lo bisa efisien dan efektif dalam menentukan VISI HIDUP lo.

And it makes me think… gue tuh orang yang kayak gimana ya.. Well, I always enjoy things that come with the word ‘social’. I always enjoy when I do the design thing, even though I’m not a designer or student from design faculty, I graduated from business school, and I always wanted to have my own company. I like the feeling of being independent. I wanna be a great mom. I want, some day, be able to work from home. I want to be a full time mother, and part time worker. I ALWAYS dream about having my own social institution, like rumah pintar, for anak-anak jalanan in Jakarta.. I love cooking, even though I can’t cook. And it would be nice to have my own restaurant. And I love computer and internet which make my life easier. I wish I can make some money from here… And based on those characters, what kind of VISION should I make?

The book stated that we can get some advantages by having a life vision. Pertama, dengan memiliki visi, pekerjaan yang kita lakukan akan terasa menyenangkan. Kedua, akan ada energy tersendiri yang kita dapat dalam melakukan pekerjaan. Ketiga, visi bisa meramalkan masa depan kita. You are what you dream gitu loh ;-)

Well, I realize that the only reason I live for is God, yes, Him, Allah SWT. Somewhere in 2005, I made promise to Him that I will give my all just for Allah. I’m not a saint, nor an angel. I’m just me, His slave, who want to give my best just for Him. Overall, this is my general vision of life.

From the career point of view, hmm, I know that I need to be rich. I think it’s nice to be an entrepreneur. I’d love to have a business in keakhwatan area, like saloon, boutique, be-a-great-mother-consultant, and many more! *gehehe* I should earn more and more money, and be as rich as possible kind of person. I should be rich because at the end, I will use the money to make my own social institution which concern in children education.

With the entire material thing, I will still put family as my first priority. My inspirations in becoming a great mom are KIMORA LEE SIMONS, mbak ASTRI in Keluarga Nugraha, Mbak MAYA in Smritacharita, Juno’s PARENTS in Juno Movie, and Aya’s mother in One Litre of Tears. I’m hoping my children will become a tough human being. TOUGH means they surely know by their heart what they lived for, and don’t get distracted easily by their friends.

So, gimana caranya biar visi dan tujuan hidup kamu bisa terwujud? Di buku juga dijelasin beberapa langkah yang bisa dilakukan; mulai dari meluangkan waktu untuk merenungkan visi yang paling ‘lo banget’, bikin target (jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, target rutin), and ACT! There is a say by Lao Tse: perjalanan ribuan mil dimulai dengan langkah pertama. And believe me, the first step is not an easy one. ;-)

Ok, ACT. So what should I do now? I think for today I will be a dedicated employee and earn money as a start for my incoming businesses.

Ya ampuunn, baru ngebahas langkah kedua yaa?

Oke, let’s make it more simple. The third step is time management. Kayaknya udah cukup jelas ya kenapa hal ini penting. Kalo di bukunya sih bakal ditekanin lagi kenapa ngatur waktu itu penting, dan bakal dijelasih juga tips-tips time management. The forth step is menjalin dan memelihara pergaulan. Di bab ini bakal dijelasin tanda2 pergaulan yang sehat, cara berbicara yang baik, sampe tips mendengarkan empatik. Great chapter. The fifth step is about how to face a conflict in an adult way (menghadapi konflik secara dewasa gitu maksudnya, ganti. Hehe). Baca bab ini biking gw déjà vu, soalnya rasanya dulu waktu kuliah juga pernah di ajarin di mata kuliah people management. Mulai dari win-win solution as the solution, sikap asertif ketika menghadapi konflik, dan negosiasi. The last three steps are: mengasah kreatifitas, mengasah kecerdasan emosi, dan mengasah kecerdasan spiritual. Penjelasannya panjaaang, he. Mending baca sendiri aja bukunya soalnya disana juga bakal banyak cerita2 gitu sebagai contoh.

As the conclusion, you better read this book on your own. But as the title said: being an adult is a choice. Life itself is a matter of choices. So, it’s your choice whether you want to move on and face the world or live in dreams and stay at your comfort zone.

Selasa, 24 Februari 2009

5 cm

Kalo lo mau sesuatu, lo kejar aja..

Lo pikirin terus, jangan dilepas.

-Riani, from 5 cm-

“Jadi kalo kita yakin sama sesuatu, kita cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah nyerah, dan taruh keyakinan itu di sini….”, Zafran meletakkan telunjuk di depan keningnya.

“Betul! begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…

“Kamu taruh di sini… jangan biarkan menempel di kening.

Biarkan..

Dia..

Menggantung..

Mengambang..

5 centimeter..

Di depan kening kamu…”

“Jadi dia ngga akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu ngga akan bisa nyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”

“… biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung, mengambang didepan kening kamu. Dan sehabis itu yang diperluin cuma ..”

“ Cuma kaki yang yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”

“ Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…”

“ Serta mulut yang selalu berdoa…”

“ Dan kamu akan dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja. Bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Dan kamu ngga perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”

“Percaya pada.. 5 centimeter di depan kening kamu.”

Taken from 5cm by Donny Dirghantoro

Tulisan di atas adalah kutipan dari novel 5 cm punya si ade. Novelnya baru selesai gue baca beberapa hari yang lalu. Agak telat sih, hehe, soalnya gue sebenernya udah denger kalo novel ini bagus udah lama. Menurut gue.. well.. ini tipe novel pembangun jiwa mirip chicklit yang cukup ok buat anak muda, em, bagus kok. Skala 1-10 gua kasih nilai 8,5. Dibeberapa bagian ada yang rasanya terlalu bertele-tele, dan.. pokoknya entah kenapa gue ngga ngerasa bagitu nyaman aja pas baca..

Seperti dapat dilihat pada kutipan di atas, pada akhirnya novel ini menekankan pada pentingnya rasa percaya sama diri sendiri, memotivasi untuk punya mimpi, dan percaya bahwa mimpi2 itu pasti bisa terwujud. Hal ini ngingetin gue sama the secret, law of attraction, trilogy (tetralogi?)-nya Andrea Hirata, dan beberapa buku lain. They’re all good books, walaupun ngga semuanya gue udah baca, he.

Ya, pemuda Indonesia kayanya kalo bisa emang mesti banyak2 baca buku beginian.. biar pada punya mimpi yang besar. Ayo2.. mari membaca.. mari bermimpi.. dan mari kita wujudkan mimpi itu bersama2.. [ayoo~]

Harapan itu masih adaaa~ *shoutul harakah*

Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.

-Arai, from Edensor-

Senin, 23 Februari 2009

Personality Plus



IT’S IN THE BLOOD

Sekarang gue lagi baca buku: Personality Plus, sebuah buku yg bikin gue jadi sering ngomong ‘ooo, pantes..’ ;-) Diawal babnya buku tersebut ngasih sebuah tes kecil-kecilan yang bakal nunjukin tipe orang kaya gimana sih elo. Dan hasil tes tersebut buat gue adalah: Pure Sanguine.

Well, sebenernya tes ini bukan yang pertama kali buat gue. Dulu, waktu pertama kali masuk SBM gue juga pernah dikasih tes ini dan hasil yang gue dapat adalah sanguinis-koleris. Artinyaaa, selama TIGA tahun di SBM gue udah mengalami pergeseran kepribadian dari sanguine-koleris menjadi PURE SANGUINE ;-)

What a wonderful world…

Em, kalo mau lebih teliti lagi, sebenernya sih masih ada sisa-sisa kejayaan koleris dihasil tes gue yang terakhir. Di result gue yang bagian strength, hasilnya itu 8 poin sanguinis, 6 poin koleris, 3 poin melankolis, dan 4 poin plegmatis. So, kalo dari sisi strength gue termasuk tipe sanguinis-koleris. But fortunately, dari sisi weakness result yg gue dapet adalah: 9 poin sanguinis, 4 poin koleris, 5 poin melankolis, dan 2 poin plegmatis. Maka klo ditotal2, gue mesti nerima kenyataan bahwa gue termasuk golongan makhluk pure sanguinis.

Menjadi seorang pure sanguinis dengan lebih banyak sisi kelemahannya means gue adalah orang yang: tidak ada tindak lanjut aka ga konkrit dan orang tanpa kesalahan aka ga pernah nyadar kalo lagi berbuat salah. ;-) Well done! sangat cantik…

Untuk lebih detailnya, masalah pertama yang gue punya adalah orang sanguinis yang populer bicara terlalu banyak (Littauer, 1992). Maksudnya, kalo gue perlu ngomong A, maka yang keluar dari mulut gue adalah A+B+C+D+E+F+…+Z. Hh, begitulah… Sebenernya gue bukan tipe orang yang suka ngomong, tapi kalo diinget2 lagi, latar belakang gue ga suka ngomong adalah: kalo gue udah mulai ngomong biasanya ga kekontrol. hehe. Seperti yang gue pernah bilang di postingan sebelumnya, gue adalah tipe orang yang ngomong-dulu-baru-mikir ;-) . Oia, tambahan lagi, salah satu sub-kekurang gue dari bab bicara terlalu banyak ini adalah ‘ternyata’ gue adalah tipe orang yang suka membesar-besarkan masalah, or membuat sesuatu yang sebenernya simple dan biasa aja jadi keliatan besar dan hebat. HAHAHA. kayanya klo yg itu udah tergambar jelas deh di tulisan2 di blog ini ^_^V.

Masalah yang kedua adalah: sanguinis yang populer mementingkan diri sendiri (Littauer, 1992). ;-) duh, maaf ya teman2, it’s in the blood ternyata.. hehehehehe. kalo di bukunya sih dibilang, org sanguinis itu paling ga perasa sama org lain karena mereka begitu terpusat pada kepentingan diri sendiri. Mereka jarang memperhatikan keperluan orang lain karena mereka mempunyai sifat bawaan menghindari masalah atau situasi negatif. Sebenernya dibukunya juga dibilang sanguinis bukan pendengar yang baik, tapi ko yg ini kayanya ga berlaku bwt gue, gw cukup empatik kok orangnya, dan lumayan bisa jadi pendengar yg baik.. ya kan?? :D :D :D

Next! masalah gue yg ketiga adalah: org sanguinins punya ingatan yang belum dikembangkan. (Littauer, 1992) So, misteri terbesar abad ini sudah terjawab. Selama ini gue selalu bertanya2, kenapa gue sangat kesusahan menghafal nama orang, menghafal nama tahun, dsb. Dan ternyata jawabannya masih berhubungan sm sifat buruk gw yg sebelumnya yaitu: karena gw ga peduli. Karena gue ga terlalu peduli, maka gue juga ga terlalu berusaha buat mengingat hal-hal itu. So, masalahnya bukan karena pada daya ingat gue yg kurang oke, tapi ternyata lebih karena sifat ga perasa gue tadi. Ada sedikit tambahan: sanguinis lebih tertarik pada orang dari pada statistic, serta kepada fiksi yang warna-warni daripada fakta yang apa adanya. Well, it explains everything..

And the last but not least, sanguine adalah orang yang tidak tertib dan tidak dewasa (Littauer, 1992). Dan gue cuma bisa bilang, ‘terimakasih atas pujiannyaaa…’ HAHAHA; see, ga mau ngaku salah bgt kan gue? ;-) Sumpah ini bab yang paling nusuk. Soalnya ada tulisan ini: sementara orang sanguinis sering merupakan orang yang dianggap “mungkin sekali akan sukses”, mereka kerap kali tidak sukses. **sial** [liat aja nanti, bakal gue buktiin kalo gue juga bisa sukses!!] Mereka memiliki gagasan, kepribadian, kreatifitas, tetapi mereka jarang menyatukannya pada satu waktu tertentu. Well, seenggaknya gue udah punya modal ;-) tinggal di organize aja kan? Hm, lgpl udah tiga taun gue kuliah di sekolah bisnis, masa menej diri sendiri ga bisa.. Hahaha~ *sombong*

Langkah kecil pertama gue untuk memperbaiki diri adalah dengan mulai fokus lagi ngerjain TA :-) . Setelah nulis tulisan ini -diwaktu yg mestinya gue fokus sama TA- yang panjangnya hampir dua halaman, gue baru sadar klo progress TA gw sejak bimbingan yg terakhir adalah NOL. Maka, mari kawan kita kembali ke jalan yang benar… Hamasah!! :-)

Nb: sebenernya masih ada beberapa hal lagi, tapi ngga gue tulis karena gue ga ngeliat hal2 tsb di diri gue ;-) . klo mau lebih jelas, baca aja sendiri bukunya. bagus kok. lagi pula gue kan cuma ngebahas sanguinis aja disini. hahaha~ **hanya peduli diri sendiri mode on**

SANGUINE ROCKS! ;-)